Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Proses Belajar Cepat & Tak Terbayangkan



Neuro Modeling [The Ultimate Accelerated Learning]


by : Andreas Pasolympia, CI CT.NNLP



Sobat ajaib sekalian, pernahkah sobat ingin sekali memiliki proses belajar yang cepat dan tak terbayangkan ?
Ingin menyerap materi di kelas dengan begitu cepatnya dan paham apa esensinya di balik itu..
Atau.. ingin meng-”copy” kemampuan yang dimiliki orang lain untuk kemudian dilatih dan dijadikan sebagai kemampuan kita ?
Misalnya ingin belajar main gitar, belajar menyanyi, belajar Yoga, belajar dansa, atau belajar menjadi public speaker yang mempesona audience seperti Bung Karno ?
Ya !! seperti teknologi komputer yang kini semakin canggih.. demikian pula penemuan-penemuan dalam teknologi pikiran pun semakin maju, dan Anda, sobat ajaib sekalian.. dapat menikmatinya dalam tulisan ini.. serta menjadikannya berkah bagi kehidupan Anda sehari-hari..
Sadarkah Anda, saat Anda balita, anda begitu cepat menyerap berbagai kemampuan dan informasi, kemampuan makan, kemampuan berjalan, dan kemampuan lainnya yang kini mungkin sudah anda lakukan secara otomatis, namun kemampuan ini menjadi berkurang sekali ketika dalam pertumbuhannya kita dihadapkan pada sistem pendidikan yang menekankan pada area akal dan logika..
Ahh.. pasti Anda sudah tak sabar lagi untuk belajar, bagaimana sih langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakses kemampuan belajar yang sangat cepat yang sebenarnya sudah Anda miliki sejak kecil, untuk Anda gunakan.. Sekarang.. belajar skills-skills menyenangkan yang Anda inginkan..
Langkah ini didasarkan atas teori yang akan saya cantumkan dibawah, yang saya simpulkan dari berbagai sumber yang nanti akan saya sebutkan, bagi sobat ajaib yang tak ingin mendalami teorinya, cukup lakukan langkah yang disajikan diawal saja..
PERHATIAN :
*Jangan takut salah, Anda belajar secara rileks saja, itu sudah dapat dikatakan proses
“percepatan belajar” yang berhasil (Step 2), jadi lakukanlah dengan rileks dan ikhlas..
Yukk.. kita coba :
1.Pertama, siapkan dulu seseorang, atau video yang ingin Anda “copy” kemampuannya, bisa teman Anda, dosen atau guru Anda.. atau orang-orang disekitar Anda yang memiliki kemampuan tertentu.. untuk memudahkan.. kita sebut orang / video yang ingin Anda serap skillsnya adalah Mister X..

2.Posisikan pandangan Anda secara lembut.. pandang secara lembut.. rileks.. mata agak menyipit.. sedemikian lembutnya hingga Anda merasa sangat nyaman.. dan santai, lalu tandai pandangan Anda yang mulai melebar.. sehingga Anda selain dapat melihat kedepan, fokus penglihatan Anda menjadi luas.. dan bisa melihat apa yang ada di bagian kiri dan kanan objek.. untuk mempermudah bisa Anda bayangkan ada apel diatas kepala Anda.. dan lihatlah dunia melalui apel itu.. :)
Pandangan mata ini disebut soft view, dan ini dapat membuat Anda menyerap pelajaran dengan lebih baik di kelas, membuat Anda rileks dan santai.. sehingga Anda dapat berada dalam kondisi belajar (Hakalau State) yang begitu nyaman.. (untuk dasar teori akan dijelaskan dibawah)

3.Niatkan untuk menyerap kemampuan / pelajaran yang Anda ingin serap.. dan katakan pada diri, misalnya“Saya berniat untuk menyerap kemampuan menyanyi dari Mister X”
Santai dan Rileks, jangan terlalu serius.. posisikan sikap mental Anda, dengan kondisi yang Ikhlas.. Pasrah.. dan Biarkan mengalir saja begitu Indahnya.. Nikmati saja..lihatlah tanpa menilai.. dan kalau perlu, tersenyumlah dalam rasa syukur Anda.. dan rasakan seolah-olah Anda adalah Mister X, bayangkan dan rasakan saja Anda adalah Mister X tersebut yang sedang Anda pandang.. yang sedang melakukan aktivitas didepan Anda.. niatkan saja.. dan rasakan apa yang mister X rasakan..

4.Rasakan dan biarkan jika otot-otot kecil dalam tubuh Anda bergerak, nikmati saja pergerakan otot-otot kecil Anda, mungkin akan terasa sedikit pergerakan dan sedikit sensasi dalam otot Anda, itu pertanda yang bagus.. yang disebut Micro-Muscle Movement..
5.Setelah beberapa saat, lihat kearah lain untuk me-refresh pikiran Anda.. lalu lakukan lagi langkah diatas seperlunya.. sejatinya, jika Anda sudah beberapa kali latihan, keempat langkah diatas akan Anda lakukan secara cepat dan ga pake lama..

6.Jika sudah, tutup mata.. bayangkan Anda sedang duduk di kursi.. dan lihat diri Anda yang telah berhasil menyerap skills tersebut, lihat dan rasakan bahwa Anda telah berhasil melakukan skills tersebut, perjelas gambar dalam pikiran Anda.. lalu sekarang bayangkan yaitu Anda melihat diri Anda yang duduk di kursi, yang didepannya ada Anda yang sedang melakukan skills yang Anda inginkan.. Nikmati keadaan itu.. dan jika sudah, bayangkan kembali masuk kedalam diri Anda yang sedang melakukan skills itu.. dan rasakan pada tubuh Anda..

7.Selamat !! Anda telab berhasil men-duplikasi skills yang Anda inginkan kedalam diri Anda, langkah yang selanjutnya dapat Anda lakukan jika memungkinkan adalah tidur.. dan sebelum tidur niatkan dan katakan pada diri.. “aku ingin menyempurnakan kemampuan yang sudah aku serap tadi didalam tidurku.. bentuklah neuron-neuron baru untuk kemampuan itu..”

8.Nantinya, ada satu langkah lagi yang dapat Anda lakukan, sebenarnya langkah 3-8 adalah pelengkap.. namun ini bagus juga untuk Anda lakukan, konon jika Anda melakukan langkah ini setiap hari selama 21 hari berturut-turut. apa yang Anda serap dapat masuk kedalam tubuh Anda secara permanen.. yaitu..“Tutup mata.. atau buka mata.. terserah Anda.. bayangkan orang yang telah Anda copy skill nya tadi ada di depan Anda, rasakan dan amati apa yang ia lakukan.. cara bicaranya.. bentuknya.. setelah cukup mengamati.. Sekarang masuklah kedalam tubuhnya.. dan niatkan untuk menyerap segala kemampuan dirinya yang ingin Anda serap, biarkan tubuh Anda menyesuaikan dan menikmati proses itu.. rasakan dan nikmati saja.. setelah puas, keluarlah dari tubuh itu dengan meniatkan untuk membawa skills yang Anda serap tadi.. lalu perlahan buka mata dan latihlah skills itu..”

9.Latihlah skills itu, dan percaya pada tubuh Anda.. percaya pada intuisi Anda !!
Selamat mencoba, sobat..
Apabila ada yang ingin ditanyakan, saya senang untuk membagi pengalaman saya.. :)
Salam Ajaib Mantap Jaya !!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar Psikologi


Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Kehidupan Sehari-hari



Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.
Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.
Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.
Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut
 Ross Buck–profesorCommunication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.
Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.
Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini.Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.
Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.
Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.
Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.
Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.
Menjadi Pembaca Pikiran Ulung
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari
 Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.
Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.
Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”
Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.
Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”
Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.
Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa
 ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.
Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS